MENUNGGU PETANG DI DEPAN GEDUNG PENTAGON

mungkin musikmu yang selama ini menemaniku
dan pengemis yang berjalan lelah setelah memikul siang
jika matahari menempati tempat barat
maka cahayanya telah menyiram tubuhku
memandikan debu dari kekuasaan dan kemunafikan
yang mengotori jiwaku

mahasiswa-mahasiswa yang menunggu sepi setelah seharian aksi
rebah sambil mendengarkan dongeng ratu isola
”lihatlah di balik pohon beringin”
partere terlihat cantik ketika sunset jatuh di kota ini
namun musim mentiadakan rupa
umpama petang telah menjadi malam yang hilang
sajak yang keluar dari dinding pentagon adalah aku yang telah terluka
seperti bunga yang menghiasi kebun aku menghiasi luka sendiri
menunggu petang di depan gedung pentagon adalah menunggu lepas
dari segala bentuk rindu yang bersemayam dalam tubuhku
hingga aku temukan kisah dari kasih yang setia
di sini hatiku api yang berkelebatan
angin datang dari gedung tua kemudian pergi entah ke mana
sampai saat ini sajak-sajak adalah aku yang bersujud di depan altar pentagon
sampai saat ini aku masih setia menunggu petang di dapan gedung pentagon

2007

~ oleh majakelana di/pada Juni 10, 2008.

Tinggalkan Balasan